"kita"


Bagaimana bisa aku melihat mu seakan-akan kita tidak terjadi apa-apa? 

Perasaanku boleh bohong, tapi tatapan mataku ke kamu itu yang gak akan pernah bohong. 

Aku tidak ingin menatapmu dengan perasaan ingin terus kembali. 

Kembali pada hari dimana semuanya baik-baik saja.

Aku dan kamu masih saling membuat cerita.

Saling tertawa, berjalan bersama, bermain bersama.

Aku ingin kembali pada hari dimana kita masih bersama-sama,

tanpa sebuah ikatan.

Tetapi aku sadar. 

Semakin aku mengejar, kamu semakin enggan untuk mendekat. 

Aku terus mengejar sesuatu yang memang bukan untukku.

Aku hanya diberi waktu yang cukup singkat denganmu. 

Tapi aku senang karena kita sempat berbagi cerita dan membuat cerita.

Aku bersyukur bisa dipertemukan dengan orang sebaik dirimu. 

Dan kamu, membuat semuanya abadi. 

Kamu abadi didalam rasa ini. 

Kamu abadi dibuku ini. 

Kamu abadi dalam ingatan orang tuaku. 

Kamu abadi dalam waktu.

Aku, kamu dan kisah kita yang abu. 

Aku, kamu dan kita yang abadi, dalam hidupku. 

Namun pada akhirnya kamu memilih untuk tidak bersamaku. 

Dengan atau tidak denganmu, 

akan ku pastikan namamu tetap menjadi tokoh abadi dalam kisah ini. 

Jangan salahkan aku bila kamu abadi dalam kisah ini, 

karena dirimu lah yang membuat semuanya abadi di kisah ini.

Terimakasih telah membuat semuanya terasa sangat bahagia sebelumnya. 

Sekarang biarkan rasa ini hilang dengan seiring berjalannya waktu. 

Aku tidak memaksakan diri untuk melupakanmu. 

Aku bisa tapi tidak sekarang. 

Biarkan aku membuat kisah ini menjadi abadi.

Kisah kita yang terpaksa usai 

Kisah yang harus ku ikhlaskan 

Kisah ini berakhir disini. 

Selamat melanjutkan perjalanan mu, dan selamat melegenda di hatiku.

Komentar