teruslah sembunyikan


Kita saling mencinta..

Ya, Itu yang aku tahu. 

Sampai saat ini hanya kita, 

yang terus menuliskan kalimat penuh cinta tanpa adanya pengakuan. 

Tetap diam di depan khalayak, 

seperti tak pernah terjadi peristiwa pengikatan janji pasal cinta. 

Oh, atau mungkin memang tidak ada? Apa semua itu bualan?

Sepertinya aku lupa bahwa hanya kita dan hembusan angin fajar yang menjadi saksi hal tersebut. 

Entah harus senang lantaran memang hanya kita tanpa campur tangan orang lain, 

atau malah gelisah ketika ini mungkin bisa menjadi senjata untuk pengelakkan mu 

jika suatu saat kau ingin pergi. 


Maafkan aku yang berbohong jika aku bahagia walaupun hubungan ini tersembunyi. 

Nyatanya setiap malam aku merasa takut dan gundah, 

apakah boleh aku mengumbar kasih ini? Apakah bisa kita seperti pasangan lainnya? 

Lalu apakah mungkin semua menerima ketika hal ini terbongkar? 

Pikiran semacam ini selalu menghantui tidurku.


Di satu sisi jiwaku ingin mengakui dan 

berteriak lantang bahwa kau sudah menjadi milikku, 

namun di sisi lain aku takut bahwa kau masih belum mau menunjukan pada semua. 

Entah apa yang membuat terhambat, 

namun satu hal yang ku mengerti bahwa kau masih menyimpan rasa untuk masa lalu mu. 

Komentar