Ya,
Malam dimana kau dengan lantang mengutarakan isi hatimu,
dan dengan segenap hasrat berusaha meyakinkanku atas rasa yang kau pendam.
Malam ketika gerimis mulai jatuh seakan tak rela jika kau sudah menemukan tambatan hati.
Malam yang kelam,
yang ku yakini tak akan sekelam dulu bila ada kau di sisi.
Malam yang indah,
penuh cahaya lampu-lampu kecil yang bertengger apik di sela-sela ranting.
Malam yang manis,
semanis kecupan singkat pada warna rona di pipi.
Dan, malam yang seolah hanya ditemani alunan sarayu, yang meliuk-liuk dalam sunyi.
Malam ini aku menggenggam tanganmu erat,
mengisyaratkan bahwa aku juga memiliki debaran yang sama denganmu.
Komentar
Posting Komentar