pagi dan lampu jalan yang padam

 


Tidak seperti biasanya
Petang pukul tujuh
Telah ramai di telinga
Sunyi depan teras rumah

Tidak ada selamat pagi
Sebab yang semalam telah usai
Kau memang benar
Lampu jalan hanya untuk sementara

Dan,
Aku sadar sekarang
Itu berlaku di kotamu
Namun, tidak di kotaku

Hujan deras di pelataran dada
Jalanan basah kau pun tiada
Malangnya aku selalu menunggu
Pada kepastian yang tak tentu

Aku harap pagimu lebih baik
Bangun sebelum semua lampu padam
Beberapa pelangi tepat di matamu
Dan roti tanpa ragi habis kau santap

Jika ada yang bertanya siapa aku?
Aku adalah hujan kala kau tertidur
Dan cahaya ketika kau terbangun.

Komentar